Kamis, 22 April 2021

Download: Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula

Penelitian ilmiah merupakan rangkaian eksperimen sesuai dengan metode ilmiah yang dilakukan dalam rangka mendapatkan jawaban atas permaalahan yang diteliti. Karya Ilmiah Remaja dapat berupa aktivitas untuk mengetahui korelasi (hubungan sebab akibat), pengaruh antar variabel dan uji coba produk.

LIPI Press menyediakan terbitan ilmiah untuk membantu para siswa dalam memulai penelitian serta membantu para guru dalam mengajarkan metode Penelitian. Buku Panduan ini terdiri dari 3 macam yaitu: 
1. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula
2. Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial bagi Peneliti Pemula 
3. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula.

Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula terdiri dari 6 bagian yang dipaparkan secara sistematis sebagai berikut:

BAB 1 MENGAPA HARUS MENELITI?
A. Apa Penelitian (Ilmiah) Itu?
B. Tujuan Melakukan Penelitian

BAB 2 BAGAIMANA MEMULAI PENELITIAN?
A. Mengidentifikasi Masalah
B. Memilah dan Memilih Masalah
C. Mencari Beragam Solusi
D. Memilah dan Memilih Solusi
E. Contoh

BAB 3 MEMULAI PENELITIAN
A. Kajian Literatur
B. Desain Penelitian
C. Pelaksanaan Penelitian
D. Dokumen-Dokumen Pendukung Kegiatan Penelitian
E. Etika Penelitian

BAB 4 MELAPORKAN HASIL PENELITIAN
A. Mendeskripsikan Masalah, Proses dan Hasil
B. Komponen-Komponen Penting Laporan Penelitian 
C. Tehnik Penulisan Laporan Penelitian

BAB 5 PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN

BAB 6 PRESENTASI HASIL PENELITIAN
A. Presentasi Oral
B. Presentasi Pameran

BAB 7 PENUTUP


Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula dapat didownload DISINI

Download: Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial bagi Pemula

Penelitian ilmiah merupakan rangkaian eksperimen sesuai dengan metode ilmiah yang dilakukan dalam rangka mendapatkan jawaban atas permaalahan yang diteliti. Karya Ilmiah Remaja dapat berupa aktivitas untuk mengetahui korelasi (hubungan sebab akibat), pengaruh antar variabel dan uji coba produk.


LIPI Press menyediakan terbitan ilmiah untuk membantu para siswa dalam memulai penelitian serta membantu para guru dalam mengajarkan metode Penelitian. Buku Panduan ini terdiri dari 3 macam yaitu: 
1. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula
2. Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial bagi Peneliti Pemula 
3. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula.

Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan sosial bagi Peneliti Pemula terdiri dari 5 bagian yang dipaparkan secara sistematis sebagai berikut:

BAB I PROLOG

BAB II APA ITU PENELITIAN?
A. Pengertian Penelitian
B. Prinsip Dasar Penelitian

BAB III MENGAPA DAN UNTUK APA PENELITIAN?
A. Mengapa Perlu Penelitian?
B. Apa Alasan Khusus Dilakukan Penelitian?

BAB IV BAGAIMANA MELAKUKAN PENELITIAN?
A. Empat Langkah Rancangan Penelitian
B. Tiga Langkah Pelaksanaan Penelitian

BAB V ETIKA PENELITI
A. Urgensi Etika Peneliti
B. Kode Etika Peneliti Menurut Perka LIPI

BAB VI EPILOG



Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial bagi Pemula dapat didownload DISINI

Download: Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula

Penelitian ilmiah merupakan rangkaian eksperimen sesuai dengan metode ilmiah yang dilakukan dalam rangka mendapatkan jawaban atas permaalahan yang diteliti. Karya Ilmiah Remaja dapat berupa aktivitas untuk mengetahui korelasi (hubungan sebab akibat), pengaruh antar variabel dan uji coba produk.

LIPI Press menyediakan terbitan ilmiah untuk membantu para siswa dalam memulai penelitian serta membantu para guru dalam mengajarkan metode Penelitian. Buku Panduan ini terdiri dari 3 macam yaitu: 
1. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula
2. Metodologi Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial bagi Pemula 
3. Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Tehnik bagi Pemula.

Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula terdiri dari 4 bagian yang dipaparkan secara sistematis sebagai berikut:

Bab 1: Apa dan Mengapa Meneliti?
A. Sifat Ingin Tahu dan Ilmu Pengetahuan
B. Apakah Arti Penelitian?
C. Mengapa Meneliti?

Bab 2: Tahapan Pelaksanaan Penelitian?
A. Identifikasi dan Perumusan Masalah
B. Studi Pustaka
C. Merumuskan Hipotesis
D. Menyusun Metode Penelitian
E. pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Menarik Kesimpulan

Bab 3: Pelaporan Karya Ilmiah
A. Menulis Proposal
B. Menulis Laporan Ilmiah
C. Presentasi

Bab 4: Penutup

Panduan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan Alam bagi Pemula dapat download DISINI

Kamis, 18 Februari 2021

Download: E-Book Desain Pengembangan Soal AKM

Asesmen kompetensi minimum atau AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau yang disebut numerasi. Asesmen literasi membaca bertujuan mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Sedangkan Asesmen Numerasi dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Buku Desain Pengembangan Soal AKM yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Asesmen dan Pembelajaran ini disusun untuk membantu sekaligus memberi inspirasi kepada para pendidik dan sekolah dalam mengembangkan soal-soal yang dapat menuntut para peserta didik memiliki kemampuan berpikir abad 21.

Pengembangan soal-soal AKM dilakukan melalui kegiatan: penyusunan dan analisis framework, penyusunan stimulus, penugasan penulisan soal, penelaahan dan perbaikan soal, perakitan soal/bahan uji coba, validasi soal, ujicoba soal, penskoran dan analisis soal, interpretasi hasil analisis, seleksi soal, penyusunan spesifikasi tes, pemilihan soal, pemaketan soal, proofreading, fiat dan pemanfaatan tes/soal.  


Secara lengkap Buku ini terdiri atas:
I. PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Ruang Lingkup
  • Bentuk Soal AKM
II. PENGEMBANGAN SOAL AKM LITERASI MEMBACA
  • Definisi
  • Konten Teks
  • Konteks Teks
  • Level Kognitif Literasi Membaca
  • Learning Progression (Kemajuan Pembelajaran)
  • Contoh Soal Literasi Membaca
III. PENGEMBANGAN SOAL AKM NUMERASI
  • Definisi Numerasi
  • Konteks AKM Numerasi
  • Level Kognitif AKM Numerasi
  • Konten Domain AKM Numerasi
  • Learning Progression (Kemajuan Pembelajaran)
IV. PELAKSANAAN KEGIATAN
  • Penyusunan Desain
  • Analisis Framework
  • Penyusunan Stimulus
  • Penulisan Soal
  • Penelaahan Butir Soal
  • Perakitan Soal
  • Digitalisasi Soal
  • Uji Coba
  • Penskoran
  • Analisis
  • Pelaporan
  • Kurun Waktu Pencapaian Keluaran
Buku Desain Pengembangan Soal AKM dapat didownload DISINI

"Guru jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik saja tetapi harus juga mendidik si murid akan dapat mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum. Pengetahuan yang baik dan perlu itu yang manfaat untuk keperluan lahir batin dalam hidup bersama"

- Ki Hajar Dewantara -
(Sumber: Wasita Th I No 4 - Juni 1935 

Download - Buku Instrumen Asesmen Siswa: Intens AKM

Asesmen Nasional merupakan program penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Informasi yang diperoleh dari hasil asesmen ini akan digunakan untuk perbaikan kualitas belajar-mengajar yang diharapkan berdampak pada karakter dan kompetensi siswa. 

AKM dan Survey Karaker merupakan bagian dari Asesmen Nasional dimana AKM akan mengukur literasi membaca dan literasi matematika (Numerasi). sedangkan Survey Karakter mengukur hasil belajar secara emosional yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila.

Buku ini disusun untuk mendukung program Merdeka Belajar yang diterbitkan oleh Penerbit Grafindo Media Pratama dengan judul Instrumen Asesmen Siswa: Intens AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) dan SK (Survey Karakter). Kehadiran sampel buku ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu siswa dan guru mengenal dan memahami berbagai bentuk soal AKM dan Survey Karakter untuk SMA/MA/SMK. 


Buku ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
  • Pengantar AKM dan Survey Karakter
  • Simulasi AKM Literasi Membaca
  • Simulasi AKM Numerasi
  • Simulasi Survey Karakter

 
Buku Intens AKM dapat didownload DISINI

“Practice makes right, repetitions make perfect.”

Rabu, 17 Februari 2021

Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum untuk Meningkatkan Literasi Membaca dan Numerasi

Pendidikan abad 21 harus dapat membekali peserta didik dengan keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan dan memanfaatkan teknologi, media informasi dan kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat. Keterampilan-keterampilan inilah yang dinamakan dengan konsep kecakapan abad 21. Salah satu prasyarat untuk mewujudkan kecakapan hidup abad 21 adalah kemampuan literasi.


Asesmen kompetensi minimum atau AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau yang disebut numerasi. Asesmen literasi membaca bertujuan mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Sedangkan Asesmen Numerasi dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Komponen asesmen literasi membaca dan numerasi dapat dibagi berdasarkan KONTEN, PROSES KOGNITIF dan KONTEKS. Berdasarkan konten asesmen literasi membaca mewujudkan beragam teks yang bersifat informasi dan teks fiksi sementara Assessmen Numerasi mengujikan bilangan, geometri dan pengukuran, data dan ketidakpastian serta aljabar. Berdasarkan proses kognitif dalam asesmen literasi membaca murid diuji kompetensinya dalam hal: menemukan informasi, menginterpretasi dan mengintegrasikan isi teks, serta mengevaluasi dan merefleksikan isi teks dengan konteks lain di luar teks. Sementara itu, Asesmen Numerasi melibatkan proses pemahaman konsep, kemampuan penerapan konsep untuk masalah rutin, serta bernalar untuk menyelesaikan masalah non rutin. Berdasarkan konteks Asesmen Literasi dan Numerasi yang diujikan kepada murid mengangkat konteks personal, sosial budaya dan saintifik.


Ada beragam bentuk soal dalam AKM, yaitu:
  1. Pilihan ganda. Murid hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam 1 soal
  2. Pilihan ganda komplek. Murid dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal
  3. Menjodohkan. Murid menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawaban nya
  4. Isian singkat. Murid dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat atau jawaban pasti lainnya
  5. Uraian. Murid menjawab soal berupa kalimat kalimat untuk menjelaskan jawabannya
Asesmen kompetensi minimum dilaksanakan berbasis komputer dan bersifat adaptif sehingga pertanyaan yang disajikan bergantung pada kemampuan murid. Jika murid dapat menjawab Benar Maka selanjutnya dapat diberikan soal yang lebih kompleks. sebaliknya jika murid menjawab salah maka soal berikutnya adalah soal yang lebih sederhana.


Peserta asesmen kompetensi minimum adalah seluruh satuan pendidikan baik sekolah madrasah maupun satuan pendidikan kesetaraan.Tidak semua murid dapat mengikuti asesmen ini karena peserta akan dipilih secara acak. Setiap peserta asesmen kompetensi minimum mengerjakan 4 jenis yaitu:

-  Literasi membaca
-  Tes numerasi
-  Survei karakter
-  Survey lingkungan belajar

Peserta mengerjakan assessment selama 2 hari untuk SD atau MI dan paket A. asesmen dilaksanakan selama 75 menit per sesi tes dan pengisian angket selama 20 menit. Waktu pengerjaan untuk jenjang SMP atau MTS dan Paket B serta jenjang SMA atau MA SMK dan paket C asesmen dilaksanakan selama 90 menit per sesi tes dan pengisian angket selama 30 menit.

Hasil Asesmen Nasional tidak ditujukan untuk individual murid. Laporan hasil asesmen ditujukan untuk level sekolah dan daerah . laporan ini digunakan sebagai alat refleksi diri sekolah untuk perbaikan pembelajaran. laporan AKM juga tidak relevan untuk membuat pemeringkatan sekolah. Dengan Asesmen Kompetensi Minimum Literasi dan Numerasi kita siapkan para penerus bangsa yang mampu menghadapi abad 21.


Sumber: Channel YouTube Pusmenjar Kemdikbud

Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak"

-Nadiem Anwar Makarim"