Minggu, 14 Januari 2024

MENGENAL PMM: FITUR PENGELOLAAN KINERJA

Salam sehat dan bahagia,

Bapak Ibu Guru hebat...

Pengelolaan Kinerja pada PMM adalah alat bantu yang memudahkan Guru dan Kepala Sekolah untuk menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karir guna peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Fitur Pengelolaan Kinerja ini telah terintegrasi dengan layanan e-kinerja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara.

Selengkapnya tersedia DISINI

Fitur Pengelolaan Kinerja lebih lanjut dapat dimulai dari mengisi Perencanaan Kinerja terdiri atas:
1. Praktik Pembelajaran (direkomendasikan dari Rapor Pendidikan)
2. Pengembangan Kompetensi (mempertimbangkan kompetensi yang sesuai)
3. Tugas Tambahan (opsional)
4. Perilaku Kerja (sesuai prioritas untuk 7 aspek yang tersedia)
5. Rangkuman


Gb. Tampilan Fitur Pengelolaan Kinerja melalui laptop

Rencana Hasil Kerja (RHK) yang dapat dipilih beserta Bukti Dukungnya adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai partisipan kegiatan seperti seminar, lokakarya, konferensi, simposium, dan/atau studi banding lapangan yang diselenggarakan di bidang pendidikan.

  • Untuk 1 kegiatan, setara dengan 4 poin. Bukti dukung Sertifikat.

2. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta berbagi praktik baik yang diselenggarakan komunitas belajar.

  • Untuk 1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 4 poin. Bukti dukung Sertifikat.

3. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai peserta coaching atau mentoring pengembangan kompetensi oleh Guru, Kepala Sekolah, dan/atau Pengawas Sekolah.

  • Dalam 1 kegiatan setara 4 poin. Bukti dukung Sertifikat.

4. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah Aksi Nyata sejawat yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Bagi 10 Aksi Nyata setara 6 poin. Bukti dukung Laporan.

5. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah Cerita Praktik yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Untuk 10 Cerita Praktik setara 6 poin. Bukti dukung Laporan.

6. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah Perangkat Ajar yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Hitungannya, 10 Perangkat Ajar setara 6 poin. Bukti dukung Laporan.

7. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun Kumpulan Konten Unggulan yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Dalam 1 Kumpulan Konten Unggulan yang terbit di PMM setara 6 poin. Bukti dukung Kumpulan Konten Unggulan yang terbit di PMM.

8. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Narasumber Berbagi Praktik Baik dalam kegiatan yang terkait implementasi Kurikulum Merdeka dan/atau Perencanaan Berbasis Data.

  • Untuk 1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 8 poin. Bukti dukung Sertifikat.

9. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Partisipan observasi praktik pembelajaran (persiapan, pelaksanaan, dan diskusi tindak lanjut) bersama rekan sejawat.

  • Untuk 1 observasi sebagai pelaku dan pengamat secara bergantian setara 8 poin. Bukti dukung Laporan.

10. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis yang memperoleh sertifikat di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

  • Untuk 1 kegiatan berdurasi 2-3 hari setara 8 poin. Bukti dukung Sertifikat.

11. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta Pelatihan Mandiri sesuai model kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan/atau Pengawas Sekolah.

  • Dalam kegiatan 1 pelatihan beserta Aksi Nyata setara 8 poin. Bukti dukung Sertifikat Topik.

12. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Coach, mentor, fasilitator, dan/atau pengajar praktik dalam kegiatan pengembangan kompetensi kepada Guru, Kepala Sekolah, dan/atau pengawas sekolah.

  • Untuk 1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 12 poin. Bukti dukung Sertifikat.

13. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun Cerita Praktik yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Untuk 1 Cerita Praktik yang terbit di PMM setara 12 poin. Bukti dukung Cerita Praktik yang terbit di PMM.

14. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peraih pengakuan atau penghargaan terhadap kompetensi dan kinerjanya dalam berbagai wadah atau ajang.

  • Untuk 1 penghargaan setara 12 poin. Bukti dukung Piagam.

15. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun Perangkat Ajar yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain.

  • Untuk 1 Perangkat Ajar yang terbit di PMM setara 24 poin. Bukti dukung Perangkat Ajar yang terbit di PMM.

16. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta praktik magang pada dunia kerja dan/atau bidang lain yang relevan.

  • Untuk 1 kegiatan berdurasi 2-4 minggu setara 24 poin. Bukti dukung Sertifikat.

17. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penggerak Komunitas Belajar dengan mengadakan minimal 3 kegiatan berbagi praktik baik.

  • Dalam 3 kegiatan setara 36 poin. Bukti dukung Sertifikat.

18. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta program pelatihan dan pendidikan jangka pendek atau menengah pada bidang kepemimpinan dan bidang teknis yang relevan, seperti Pendidikan Guru Penggerak atau pelatihan manajerial Kepala Sekolah.

  • Dalam 1 kegiatan berdurasi 3-6 bulan setara 128 poin. Bukti dukung Sertifikat.

Dari 18 kegiatan itu, poin akan dihitung dengan cara memilih 'Target Kuantitas' dari 'Rencana Hasil Kerja' yang telah dipilih sebelumnya.

Target kuantitas ini mencakup jumlah sesi kegiatan yang akan dilakukan oleh guru sesuai dengan rencana hasil kerja yang telah ditetapkan.


Semoga bermanfaat

#Salam Guru Penggerak

#TergerakBergerakMenggerakkan




Selasa, 02 Januari 2024

KELAS XI: SISTEM IMUNITAS

Tujuan Pembelajaran:

1. Siswa dapat mendeskripsikan komponen sel, jaringan dan organ penyusun sistem pertahanan tubuh
2. Siswa dapat mengidentifikasi mekanisme pertahanan tubuh dalam merespons infeksi patogen
3. Siswa dapat memproses data hasil pengamatan yang menunjukkan keterkaitan struktur dan fungsi komponen penyusun sistem pertahanan tubuh manusia
4. Siswa dapat menganalisis menganalisis keterkaitan struktur dan fungsi antarkomponen penyusun sistem pertahanan tubuh
5. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh tentang sistem pertahanan tubuh manusia berdasarkan kasus kelainan atau gangguan pada sistem organ tersebut


Materi Sistem Imunitas juga dapat kalian akses melalui video berikut:


Aktivitas Belajar

Selamat Belajar 😍


Minggu, 31 Desember 2023

Kelas 27: Beragam Karakter Berkarya Bersama


Inilah kelasku, kelas 27 berikut list personelnya: Ika Agustina (TK Dharma Wanita Pakunden II), Oki Yorika (SD Negeri Burengan 5), Bustanul Arifin (SD Negeri Pesantren 2), Zeni Supriyanto (SMP Negeri 5 Kediri), M. Saiful Mukharom (SMK Negeri 1 Kediri), Wahidah Qomariyah (SMA Negeri 8 Kediri), Agus Syakir (SMA Negeri 8 Kediri), Susilowati (SMP Negeri 7 Kediri), Dwi Prasetia (SD Negeri Ngadirejo 2), Oktafia (SD Negeri Ngadirejo 2) sepaket lengkap dengan Pengajar Praktik Pak Ichwan dan Bu Efi plus Fasilitator yang luar biasa Bu Trinani.

Kelas 27 ini dibagi lagi jadi 2 kelompok dengan 1 Pengajar Praktik yaitu 27 A dan 27 B. Saya tergabung di kelas 27 B. Orang pertama yang saya kenal? Jelas Pak Agus, kan beliau satu sekolah. Selebihnya, saya mulai dari nol seperti meteran SPBU. Klo kelas 27 A punya mode setelan pabrik, saya lebih suka mode 'spons' dimana saya punya bentuk sendiri sekaligus menyerap dan memfilter apapun untuk tetap punya tekanan osmosis yang seimbang. Serius banget ya isi otak saya. Wkwkwk.

Nah, karena itulah saya masa adaptasi bagi saya tidaklah mudah. Biasanya saya lebih suka mengamati, menganalisa lalu menuliskannya, PGP menuntut saya secara langsung untuk mempelajari, menganalisa, mengkomunikasikannya baik tertulis maupun lisan. Awal modul paket 1 saya sempat keteteran dalam hal mengatur waktu, memetakan dengan siapa saja saya harus memulai bekerja, sekaligus mengenali 'medan juang' saya nanti dalam 6 bulan kedepan mengikuti pendidikan. 

Saya tahu orang lain memilih jalur yang lebih praktis dengan mengalir saja ikuti prosesnya, tapi saya rasa saya memang lebih suka jalur yang ribet. Pertimbangannya, saya harus tahu dulu apa yang bakal saya hadapi karena jujur saya sudah menerima banyak 'testimoni' bahwa ikut PGP itu repot, banyak tugas, sulit, ribet dan banyak hal ga enak yang lain. Jadi, yang saya lakukan setelah tergabung dalam WAG adalah membuka seluruh fitur Learning Management System (LMS) yang pake moodle itu, mempelajari pengantarnya, mendownload seluruh modul belajarnya, sekaligus mempelajari hampir seluruh fiturnya di sela-sela waktu luang saya tidak mengajar baik pake HP ataupun laptop.

Kemudian, banyak hal baik terjadi. Karena saya memang suka jadi pengamat, meskipun saya lebih suka diam saya dapat dengan cepat mengenali seisi kelas agar dapat bekerjasama dengan mereka. Tentu saja tidak langsung berhasil. Itulah mengapa ada ilmu komunikasi bukan? Setidaknya saya merasa tim kerja saya ini punya masing-masing potensi luar biasa. Sebut saja Bu Ika yang sangat meriah dan bersemangat membawa sesi pertemuan yang kadang masing garing jadi menghangat, atau Bu Oki dan Bu Susi yang pembawaannya kalem, Bu Fia yang ramah, para bapak yang mulanya cenderung diam tapi makin kesini makin kesana menunjukkan kelebihan masing-masing. But, at least masuk bulan kedua saya mulai menikmati prosesnya, saya dapat 3 surat terima kasih pada sesi itu, saya mulai banyak mengenal hampir semua teman bahkan di kelas yang berbeda saat sesi Lokakarya maupun sesi Elaborasi yang dilaksanakan online.

Bagian inilah yang kemudian membuat saya menjadi lebih terstruktur, terpola dan mulai terbuka menerapkan alur belajar MERDEKA (Mulai dari Diri-Eksplorasi konsep-Ruang Kolaborasi-Demonstrasi Kotekstual-Koneksi Antar Materi-Aksi Nyata) di sekolah. Tanya kenapa? teman-teman saya punya banyak inovasi yang dishare langsung di LMS maupun ruang belajar online/offline sehingga saya tidak merasa sendiri berusaha menghidupkan kelas saya seperti yang saya rasakan selama ini. Praktik baik untuk diadaptasi tersedia setiap saat, walaupun memerlukan pemikiran ekstra untuk dapat diterapkan di kelas saya karena sebagian besar diantara mereka jenjang sekolahnya adalah SD dan SMP sementara saya adalah guru pengajar SMA. Bulan berikutnya adalah sesi padat maraton Paket Modul 1, 2 dan 3 dengan chalenge yang berbeda-beda, dengan pergantian anggota kelompok kerja beragam suasana. Keywordnya, kolaborasi. Bagian lainnya akan dengan kontekstual kita bisa kembangkan sendiri. Mengusir segala khawatir ikut PGP yang katanya 'kurang kerjaan' padahal gaji sudah aman masuk transferan. 

Perubahan paradigma tentu saja ada, perubahan dalam kelas (apalagi di sekolah) tentu saja tidak langsung terasa, tapi bahwa kemajuan pendidikan memang harus 'diusahakan' adalah mutlak adanya. Jika guru punya visi impian murid yang memiliki Profil Pelajar Pancasila, maka bagaimana melatihkan nilai-nilai itu menjadi kebiasaan dan perilaku. Jika guru menuntut murid harus belajar, bukankah para guru seharusnya menjadi teladan langsung untuk terus belajar. Jika guru mengatakan para murid harus siap berkolaborasi maupun berkompetisi, maka guru pun seharusnya memberikan contoh bagaimana melakukannya. 

Bagian paling akhir dari seluruh program ini adalah kami semua punya program keren dan inspiratif untuk dikembangkan di sekolah masing-masing:
1. Ika Agustina (TK Dharma Wanita Pakunden II) - KISMIS BERISI (Kamis Manis Bernuansa Tradisi)
2. Oki Yorika (SD Negeri Burengan 5) - KACAMATA (Kelas Baca Tema Cerita)
3. Bustanul Arifin (SD Negeri Pesantren 2) - GEMES AKU (Gerakan Membaca Seminggu Satu Buku)
4. Zeni Supriyanto (SMP Negeri 5 Kediri) - ISTIQOMAH (Istighosah, Baca Quran, Sholat berjamaah)
5. M. Saiful Mukharom (SMK Negeri 1 Kediri) - Berlin SMEKSA (Belajar Linux SMKN 1 Kediri)
6. Wahidah Qomariyah (SMA Negeri 8 Kediri) - KSN Biology Project (Komunitas Olimpiade dan Penelitian Biologi)
7. Agus Syakir (SMA Negeri 8 Kediri) - Kalimasada (Komunitas Literasi Memahami Al Quran)
8. Susilowati (SMP Negeri 7 Kediri) - KUAS HATI (Lingkungan Asri Sehat dan Berarti)
9. Dwi Prasetia (SD Negeri Ngadirejo 2) - OLMIPA Olimpiade Matematika dan IPA
10. Oktafia (SD Negeri Ngadirejo 2) - NAMPAK SUBUR (menanami lapak untuk berbagai sayur)

Pendidikan Guru Penggerak tentu saja adalah kesempatan dan pengalaman yang luar biasa bagi saya, dan punya teman-teman sekelas yang luar biasa adalah bagian dari itu semua.

Selamat Tahun Baru 2024

#Salam Guru Penggerak

Minggu, 10 Desember 2023

PANEN HASIL KARYA PGP ANGKATAN 8: KELAS BERBAGI MODUL PAKET 1

CORAK KOPI 
COach PenggeRAK KOlaborasi Pemikiran Inovatif: Rintisan Komunitas Belajar dan Berbagi
Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.
(Nadiem Anwar Makarim)

Perkenankan dalam catan kecil ini saya mengurai kembali paparan Kelas Berbagi Panen Hasil Karya Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 yang saya buka dengan kutipan diatas:

Paket Modul 1 yang merupakan dasar yang amat penting dalam menjalankan tugas sebagai guru maupun dalam keseluruhan PGP yang telah tuntas dijalani dalam 6 bulan terakhir.

Paket Modul 1: Paradigma dan Visi Guru Penggerak terdiri atas 4 modul yaitu Modul 1.1 bahwa Mendidik dan mengajar adalah proses yang memanusiakan manusia dengan menuntun segala kodrat yang ada pada anak anak dan mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi tingginya; Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak yaitu Pembentukan nilai diri untuk berusaha sadar agar dirinya tergerak, memilih untuk bergerak dan menggerakkan orang lain; Modul 1.3 Visi Guru Penggerak yaitu Mengelola perubahan yang positif yang mendorong budaya sekolah yang inovatif sesuai dengan Visi Guru Penggerak untuk menunjang visi sekolah; dan Modul 1.4 tentang Budaya Positif


Jumat, 24 November 2023

MULAI DARI DIRI MODUL 3.2: PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 

Mengingat-ingat ekosistem, bayangkan sekolah atau salah satu sekolah tempat Bapak dan Ibu bertugas. Apa bagian-bagian yang ada dari sekolah tersebut sebagai sebuah ekosistem?

Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik yang terjadi di lingkungan. Komponen biotik di sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, orangtua/walimurid, masyarakat sekitar sekolah, dinas terkait dan pemerintah daerah. Sedangkan faktor abiotik yang berperan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran diantaranya keuangan, sarana dan prasarana serta lingkungan alam.

Apa saja yang bisa Anda sebut sebagai sumber daya yang dimiliki atau dapat dimanfaatkan oleh sekolah? Perhatikan untuk tidak terpaku pada hal-hal yang kelihatan.

Sumberdaya yang dimiliki dan dapat dimanfaatkan oleh sekolah meliputi sumberdaya manusia seperti kompetensi yang dimiliki oleh guru, kepemimpinan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, serta siswa yang memiliki potensi akademik maupun non akademik. Selain itu juga terdapat sumberdaya berupa sarana dan prasarana sekolah misalnya gedung, laboratorium komputer, sarana dan prasarana yang ada di kelas (misalnya papan tulis, bangku dan meja belajar), laboratorium sains dan jaringan internet. 

Refleksikan sosok pemimpin atau kepala sekolah yang memimpin sekolah tersebut.
Apa hal-hal yang paling diingat dari sosok pemimpin tersebut, terkait dengan perannya di ekosistem sekolah serta pelibatan/pemanfaatan sumber daya yang ada?

Hal-hal yang paling diingat dari sosok pemimpin sekolah kami adalah, beliau adalah orang yang visioner, menekankan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi murid, memaksimalkan potensi sekolah dan sumberdaya yang ada untuk memajukan sekolah. Salah satu program sekolah yang sedang berjalan adalah Sistem Monitoring Sekolah (SMS) yang digunakan untuk memantau pembelajaran, prestasi, pelanggaran serta pengarsipan perangkat mengajar guru secara individual, sistematis dan terstruktur dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.

Jadi, seperti apa peran pemimpin yang ideal itu, khususnya dalam hal memanfaatkan semua bagian dari ekosistem dan mengelola sumberdaya yang ada di dalam dan sekitar sekolah?

Peran pemimpin sekolah yang ideal adalah yang dapat menjadi teladan dalam tindakan, pengambilan keputusan maupun penentuan kebijakan. Pemimpin sekolah yang dapat memiliki Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang baik dan dapat mengaplikasikan KSE tersebut menjadi budaya sekolah yang positif baik bagi guru, tenaga kependidikan maupun siswa sehingga tercipta ekosistem sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.

Silakan refleksikan, posisi diri Bapak dan Ibu dalam ekosistem sekolah.
Sejauh mana Bapak Ibu sebagai guru atau peran lainnya telah memanfaatkan sumber daya sekolah?

Posisi saya dalam ekosistem sekolah sebagai pemimpin pembelajaran berdifferensiasi yang berpihak pada murid dengan mengintegrasikan KSE dan budaya positif. Saya juga berperan sebagai Tim Pengembang Sekolah (TPS) bidang literasi, pembina KSN Biologi, walikelas, pengelola Prodistik (Program Terapan Bidang TIK) bekerjasama dengan ITS dan pengelola kelas Cerdas Istimewa. Peran saya dalam tugas tersebut telah memanfaatkan sumberdaya sekolah berupa ruang kelas, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium sains, masjid, taman sekolah, jaringan internet sekolah dengan bekerjasama dengan pimpinan sekolah, teman sejawat baik guru maupun tenaga kependidikan.

Apa saja harapan pada diri Bapak dan Ibu sebagai seorang pendidik, pemimpin, dan pada murid setelah mempelajari modul ini?

Harapan pada diri saya sebagai pendidik, pemimpin dan pada murid setelah mempelajari modul ini adalah:
- Diri Sendiri

Dengan sumberdaya yang saya miliki saya berharap dapat memberikan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya dalam mengembangkan potensi murid dalam bidang akademik maupun non akademik. Penerapan yang saya lakukan adalah dengan melaksanakan pembelajaran berdifferensiasi yang terintegrasi KSE dan budaya positif dengan segenap potensi kekuatan dan tantangan yang ada baik secara individu maupun dalam komunitas.
- Murid
Dengan sumberdaya yang dimiliki oleh guru dan tenaga kependidikan maupun sekolah murid dapat mencapai kesejahteraan psikologis (well being) sehingga dapat mengembangkan kekuatan dan potensi akademik maupun non akademiknya dengan baik.
- Sekolah
Dengan sumberdaya yang dimiliki oleh guru, murid dan tenaga kependidikan sekolah kami dapat menjadi sekolah yang lebih baik dalam mewujudkan visi dan misinya yaitu sukses dalam menumbuhkembangkan akhlak mulia, iman taqwa, kecerdasan, dan ketrampilan.

Apa saja kegiatan, materi, manfaat, yang Bapak dan Ibu harapkan ada dalam modul ini?

Materi yang diharapkan:
- Faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah
- Cara mengidentifikasi sumberdaya potensial yang ada di sekolah 
- Strategi pengelolaan sumberdaya sekolah secara efektif
Kegiatan yang diharapkan:
- Sesi sharing dan diskusi bagaimana menciptakan ekosistem sekolah yang baik
- Sesi sharing dan diskusi bagaimana strategi pengelolaan sumberdayasekolah yang baik
- Sesi praktik mendesain identifikasi sumberdaya sekolah yang potensial dan strategi pengelolaannya
Manfaat yang saya harapkan:
- Memahami dan mampu mengidentifikasi sumberdaya yang dimiliki sekolah
- Mampu menganalisa sumberdaya sekolah dan merancang strategi pemenfaatannya bagi kemajuan sekolah

 

Senin, 20 November 2023

Aksi Nyata - Modul 3.3: Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

Durasi : 4 JP (180 Menit)

Moda: Penugasan Mandiri

 

"Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama."

- Nadiem Makarim-

REFLEKSI

Peristiwa (Fact)

KSN Biology Project merupakan Program olimpiade dan penelitian bidang studi Biologi untuk melatih siswa memiliki kompetensi akademik dan keterampilan metode ilmiah serta meningkatkan peluang mereka dalam studi lanjut perguruan tinggi terutama pada bidang studi Biologi yang bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah, membangun kreativitas murid dalam melakukan penelitian Biologi, mengembangkan sportivitas murid melalui kompetisi olimpiade Biologi maupun penelitian Biologi, memperkuat motivasi murid untuk melanjutkan studi pada Perguruan Tinggi Impian, meningkatkan kecakapan abad 21 yang meliputi kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kecakapan berkomunikasi, kreativitas dan inovasi, serta kolaborasi, membuka kesempatan untuk mendapatkan prioritas melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pada B-uat pertanyaan Utama Aksi Nyata yang dilakukan adalah Diskusi bersama kepala sekolah, wakil kepala sekolah serta rekan sejawat serta melibatkan murid dalam dialog untuk membangun interaksi yang suportif dan kolaboratif dalam mengembangkan program.

Aksi Nyata Tahap A-mbil Pelajaran saya lakukan dengan mencari tahu lebih lanjut tentang kegiatan apa yang selama ini disukai oleh murid dalam berinteraksi dengan adik maupun kakak kelas, aktivitas apa yang menarik bagi murid dalam membangun sikap ilmiah serta mempelajari kebijakan sekolah yang mendukung pengembangan sikap ilmiah dan keterampilan berinteraksi sosial yang positif. Hal tersebut saya lakukan dengan wawancara dengan murid program KSN tahun sebelumnya, survey dan sharing session komunitas murid/kegiatan ekstrakurikuler yang telah berjalan serta mengidentifikasi kebijakan sekolah tentang kegiatan/program sekolah yang berdampak positif bagi pengembangan sikap ilmiah dan keterampilan berinteraksi sosial yang positif

Perasaan (Feeling)

Perasaan saya optimis untuk dapat melaksanakan dan mengembangkan program dengan baik. Hal tersebut karena adanya dukungan dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, rekan sejawat maupun murid. Murid juga antusias untuk memaparkan ide-idenya tentang aktivitas KSN yang akan dilakukan bersama. Perasaan saya senang dan bersemangat karena murid memiliki kemauan yang positif dalam mengembangkan program ketika mereka dilibatkan dalam program yang akan berjalan. Hal ini berdampak pada murid-murid lain yang ingin mengikuti program karena menurut mereka program ini akan lebih menarik daripada KSN pada tahun sebelumnya. Sharing session yang  dilakukan juga dapat menjadi fasilitas bagi murid untuk saling berinteraksi dengan adik kelas maupun kakak kelas sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih baik.

Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang saya peroleh dari tahap B-uat Pertanyaan Utama adalah pentingnya diskusi dan dialog dalam pelaksanaan maupun pengembangan program baik bersama pemangku kebijakan maupun pihak lain yang terkait. Saya juga melihat pentingnya melibatkan murid dalam setiap tahap kegiatan sehingga murid dapat menyuarakan pendapat, membuat pilihan aktifitas kegiatan yang mereka senangi sehingga lebih bersemangat dan percaya diri menuju murid yang memiliki Student Agency (Kepemimpinan Murid). Pembelajaran yang saya dapatkan adalah pentingnya komunikasi dan interaksi yang sehat dan suportif untuk pengembangan aset sosial di kalangan murid serta lebih terbuka dalam menyuarakan pendapat serta ide dan gagasannya dalam program KSN Biology Project.

Penerapan (Future)

Penerapan kedepan yang dapat saya lakukan adalah melalui kegiatan diskusi dan dialog dengan warga sekolah terutama yang terkait dengan program dukungan sumberdaya sekolah yang dibutuhkan akan semakin besar sehingga dapat terealisasi dengan baik. Konsistensi pelaksanaan program dapat menjadikan program ini memberikan kontribusi positif terutama dalam bidang sains. Perbaikan serta kekurangan daya dukung sekolah, misalnya laboratorium sains maupun laboratorium komputer juga akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan kegiatan karena ada kesepahaman terkait dengan tujuan dan kegiatan program KSN Biology Project.

Penerapan Kedepan bahwasannya melalui kegiatan ekstrakurikuler KSN Biology Project dapat secara konsisten memunculkan ide-ide kreatif dalam pelaksanaan dan pengembangan program dalam bentuk aktifitas yang kreatif, inovatif dan beragam menuju murid yang memiliki Student Agency.

DOKUMENTASI

Alur BAGJA Tahap B-uat Pertanyaan Utama


Alur BAGJA Tahap A-mbil Pelajaran


Implementasi tahapan B (Buat Pertanyaan) dan A (Ambil pelajaran) selengkapnya terdapat dalam tautan berikut: